Bagi teman-teman yang tinggal di Singapura atau Johor Bahru (Malaysia), Batam itu ibarat “halaman belakang” rumah. Cuma duduk manis di kapal feri selama 45 menit sampai 1 jam, kamu sudah bisa menikmati suasana yang beda total. Makan seafood murah meriah, pijat refleksi, atau belanja kue lapis legit yang legendaris.
Nggak heran kalau tiap akhir pekan, pelabuhan seperti Batam Centre atau Harbour Bay selalu penuh sesak. Banyak yang datang pagi, pulang sore (Day Trip), atau menginap semalam (2D1N).
Tapi, ada satu masalah klasik yang sering bikin short trip ini jadi berantakan: Transportasi. Waktu kamu di Batam itu sangat terbatas. Kalau habis waktu cuma buat nunggu taksi online atau tawar-menawar alot sama supir taksi liar di pelabuhan, rugi banget, kan?
Nah, buat kamu yang berencana “kabur” sebentar ke Batam, berikut adalah panduan transportasi paling efisien supaya liburan kilatmu tetap happy.
Begitu kamu keluar dari pintu kedatangan (Arrival Hall) di pelabuhan Batam Centre atau Harbour Bay, kamu bakal langsung “diserbu”. Banyak tawaran transportasi informal yang kadang harganya main tembak di tempat, apalagi kalau mereka tahu kamu turis asing.
Daripada bingung dan takut kena scam harga mahal, solusi paling aman adalah booking kendaraan dari jauh hari. Bayangkan enaknya: Begitu keluar pintu imigrasi, sudah ada staf yang memegang kertas bertuliskan nama kamu. Koper langsung dibawakan, mobil sudah dingin menunggu di lobi. Kamu tinggal duduk dan langsung meluncur ke tempat makan. Zero stress!
Ini fitur rahasia yang nggak semua rental mobil punya. Di Nadhera Transport, kami paham kalau kadang kamu malas menukar uang Rupiah (IDR) dalam jumlah banyak, apalagi kalau cuma main sebentar.
Cari penyedia sewa mobil yang fleksibel. Beberapa layanan (seperti kami!) menerima pembayaran langsung dengan SGD (Singapore Dollar) atau MYR (Ringgit Malaysia). Jadi, sisa uang Rupiah kamu bisa fokus dipakai buat jajan es cendol atau bayar parkir saja. Sewa mobilnya? Bayar pakai mata uang asalmu saja, simpel kan?
Kalau kamu cuma punya waktu 6-8 jam di Batam sebelum feri terakhir berangkat pulang, jangan nekat sewa lepas kunci (self-drive). Kenapa? Karena kamu bakal buang waktu buat cari jalan, cari parkir, dan administrasi serah terima unit.
Ambil paket Sewa Mobil + Driver + BBM (All In). Supir lokal tahu persis rute mana yang macet jam makan siang, dan resto seafood mana yang penyajiannya cepat. Kamu bisa bilang: “Pak, saya mau beli Kue Lapis, makan di Kelong, terus pijat 1 jam, keburu nggak?” Supir akan langsung mengatur rute paling efisien buat kamu. Kamu tinggal duduk santai, tahu-tahu semua <i>wishlist</i> tercapai.
Biasanya, tamu dari SG/MY punya pola rute yang mirip. Kalau kamu sewa mobil pribadi, kamu bisa modifikasi ini sesuka hati tanpa tergantung jadwal bus umum:
Pagi: Jemput di Ferry Terminal. Sarapan Mie Tarempa yang pedas nendang.
Siang: Foto wajib di tulisan “Welcome to Batam” atau Jembatan Barelang. Lanjut makan siang Seafood di area Piayu atau Barelang.
Sore: Belanja oleh-oleh di Grand Batam Mall atau Nagoya Hill. Mampir Spa/Massage buat lurusin otot.
Malam: Diantar kembali ke Ferry Terminal satu jam sebelum keberangkatan.
Semua ini bisa dilakukan dengan mulus kalau ada mobil standby yang menunggumu di parkiran.